Senin, 27 September 2010

Selasa pagiku,29 Juni 2010;pukul 05:29am


Bismillah, pagi ini aku bangun kesiangan, yaitu jam 03:30am. Padahal harusnya jam 03:00am sudah membangunkan peserta, tapi keterlambatanku ini bukan tanpa sebab, aku tertidur semalam. Tapi aku bersyukur, karena aku punya rencana menghadiri diskusi publik di UMY Wirobrajan, jadi ada bagusnya juga ketika aku tertidur semalem. Ada kabar menarik juga, yaitu Pak Lukman sms menanyakan tentang kelanjutan program mahasiswa ke luar negri, apakah aku sudah mendapatkan pengumuman. Karena ditempatnya sudah ada pengumuman sampai sudah mengurus paspor juga. Hmm... Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya.Amiin.
Pagi ini aku ditemani oleh Sang Rembulan yang memancarkan sinar perjuangannya, juga oleh segelas susu cokelat hangat, minuman favoritku, dan juga oleh snack kecil yang mungil, dan diselimuti hangatnya melodi Islami pagi. Sungguh begitu indah pagiku ini, subhanallah. Bulan tetap tersenyum melihat satu  insan yang malu-malu melewati waktu  yang berliku, tersenyum kecil melihat ia tersenyum. Merah kemerahan, merona memancarkan semangat jiwa, memecah heningnya langit biru.
Bismillah... ya Allah, berilah hambamu ini kesempatan untuk merasakan Ramadhan-Mu di negriseberang, agar hamba dapat mensyukuri ketika hamba dapat melewati Ramadhan-Mu dengan keluarga tercinta. Kicauan burung kecil mengagetkanku, mengembalikanku kedalam dunia nyata. Betapa indah ketika kita menikmati indahnya pagi, inilah kenikmatan yang kemaren-kemaren sempat aku biarkan lewat begitu saja. Lagi-lagi gerbong ungu lewat dengan angkuhnya, tak peduli ada manusia yang baru menikmati indahnya pagi ini. Masih seperti itu.
Sang Rembulan masih berada dihadapanku. Mengamati gerak gerik Sang Pengayom keamanan masyarakat, yang..”berkibarlah benderaku, berkibarlah merah putihku” sibuk menaikkan Saka Merah Putih. Masih sepeti itu. Lalu apa bedanya? Perubahan apa yang ingin dicapai? Halaah...kalau hanya baoalan saja, bayi pun bisa! Ini itu mahasiswa, kaum terpelajar, kaum intelektual, kaumnya pelawan penindasan! Kaumnya pelawan ketidakadilan!(capek, ketiduran diatas singgasana, sampai laptipun mau terjatuh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar