Hari ini, harapan dimulai. Semoga upgrade kali ini bisa berhasil. Ada hal yang membuatku terusik, yaitu antar anggota yang sudah satu periode dengan yang baru terjadi kesenjangan, memang wajar, mungkin karena masih awal jadi belum bisa akrab. Nah, hal ini perlu diatasi secepatnya. Ada ide bahwa liburan kali ini BEMFKIP mengabdi kemasyarakat, jadi walau tak terlihat oleh mahasiswa, tapi existensi BEMFKIP bener2 dirasakan oleh masyarakat.
Upgrading kali ini diadakan diluar kampus, tepatnya di Youth Hostel, Ambarbinangun, Kasihan, Bantul. Dengan mengundang seluruh ketua HMPS,IMM di FKIP, Basket FKIP, Volley FKIP, FKIP United, FBEMP Yogyakarta, dan Korwil Jawa IMAKIPSI. Yang semoga inii dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anggota BEM FKIP’10. Juga kita mengundang Bapak Muh Joko Susilo sebagai pembicara di Stadium General, Bapak Danang, yang kita mohon untuk menjelaskan tentang birokrasi dan pembuatan proposal, dan di akhir acara kita datangkan Mas Eko Prasetyo, provokator hebat kita, yang nantinya diharapkan dapat “membakar” kawan-kawan pengurus baru.
Dari sekian agenda upgrading diatas, pantaslah jika aku menaruh harapan yang besar agar acara ini dapat sukses dan berhasil. Minimal membuat antar anggota menjadi lebih akrab dan memberi pencerahan terhadap pemikiran kawan-kawan. Untuk mengimbangi kalau ada sekat antara pengurus yang sudah setahun pernah menjabat dengan yang baru aku coba untuk mengadakan sharing bareng. Alhamdulillah, sudah mulai cair suasananya. Perlu rasanya ngasih masukan ke Wagub untuk lebih dekat dengan yang baru, tidak hanya dengan yang lama saja. Hal itu bisa terwujud juga melalui program kerja. Ketika besok ada ospek, biasanya akan ada penarikan barang-barang dari peserta ospek untuk bakti sosial, dari situ kemungkinan bisa dari BEMFKIP meminta separuh dari hasil barang-barang yang terkumpul untuk kemudian digunakan dalam bakti sosial BEMFKIP.
Bakti sosial atau yang sering disebut dengan baksos dapat dijadikan media awal untuk masuk kedalam masyarakat, seperti yang disaranin oleh Bung Iman juga. Dan dari sana kita bisa menggali informasi tentang daerah tersebut dan mengupayakan untuk menjadikan desa tersebut menjadi desa binaan BEMFKIP. Mengapa BEMFKIP perlu mempunyai desa binaan? Jawabannya adalah karena kita sebagai seorang aktivis tidak hanya suka berdiskusi yang kadang hanya show off saja, akan tetapi kita juga benar-benar melakukan tindakan yang nyata(real action), yang langsung berguna bagi masyarakat. Tetapi tidak hanya sekedar memberi saja, juga menjadi aktivis organik. Yaitu aktifis yang menggerakkan masyarakat, mendidik masyarakat, mengerahkan segala potensi yang ada dalam masyarakat tersebut. Sehingga masyarakat tersebut yang bergerak, yang nantinya akan mandiri ketika ditinggal oleh si penggerak, tidak lin adalah aktivis organik tersebut.
Walaupun hal diatas ini juga baru sekedar ide/gagasan, namun semoga periode ini dapat terlaksana. Dengan melibatkan seluruh komponenen kemahasiswaan FKIP, maka perjuangan ini aku yakin akan terasa ringan dan menyenangkan.semoga!
Mungkin ini dulu untuk hari ini, waktu sudah menunjukkan pukul 00:54. Semoga acara pembukaan, pelantikan, dan stadium general besok bisa sukses. Amiin.
Youth hostel, selasa pagi 2010-06-22