Rabu, 29 September 2010

Selasa pagiku, 13 juli 2010 pukul 01:40am


Ternyata IMM juga bikin blazer, nah timbul pertanyaan tentang keuanganku, bagaimana nanti aku bikin jaket IMAKIPSI juga bikin blazer IMM. Lha wong buat bayar listrik saja aku masih menunggu, kira2 mereka sadar tidak, itikad baikku karena mereka sudah beranjak ke semester7, nah berarti mereka sudah benar-benar paham tentang kewajiban mereka, itulah harapanku. Tapi memang ada orang yang baru sadar ketika sudah ‘dijawil’. Hmm…
Terlepas dari itu semua, lagi2 sobatku Zen didapuk wat design blazer IMM. Emang tu anak gak bisa lepas dari komsat. Walau dah besar pengorbanannya. Tapi itulah Zen, dia telah mengerti arti sebuah pengorbanan.

Hari ini, minggu 11 juli 2010 pukul 08:40pm


Hari ini aku kerja bakti bareng nom-noman m2p1 wat ngecat gapura cakruk(pos ronda). Lama tersadar bahwa perilaku anak-anak sudah mencapai puncak tak tau… ku sadari, inilah tanggungjawabku sebagai intelektual profetik, untuk berdakwah, bersama-sama memperbaiki diri. Sampai pada akhirnya “ku ambil gitar, dan mulai memainkan…lagu lama yang biasa aku nyanyikan..” I’m home…..
Aku merasa kembali menjadi diriku 4-5  tahun silam. Dan ketika aku tersadar, ternyata inilah kehidupan, sedetikpun waktu tak dapat kita ulang, tinggal bagaimana kita focus dengan apa yang kita jalani sekarang, agar dimasa depan, kita mempunyai masa lalu yang baik dan menyenangkan(pak Mario). Pada intinya, aku harus menatap kedepan,jangan terlena dengan masa lalu, jangan terlena dengan cinta..h3. karena masa lalu(kayak dicandi kemarin, q juga agak merasakan lagi, tapi dia juga disana, ah..) tentang cinta berusaha meracuniku,h3.
(Baterey habis.. so, dilanjut laen waktu.)

Selasa, 28 September 2010

Hari ini, 6 juli 2010; pukul 01:22am


Bismillahirohmaanirrohiim…
Alhamdulillah, aku bisa memiliki laptop baru dan sesuai dengan merk yang aku inginkan. Walaupun tadi niatan mau beli netbook, tapi ternyata malah ada laptop dengan harga miring. Aku awali tulisan ini dengan mengutip secara total sms dari adinda, yang aku dapatkan dari nduk Amah:

Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridho-Nya..bersabarlah dengan keindahan..demi Allah, dia tidak datang karena ketampanan, kecantikan, kepintaran, ataupun kekayaan..tapi Allahlah yang menggerakkan…janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada  diya sebelumAllah mengijinkan..belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu.(11:10:35,,,,22-04-2010)

Aku mulai mengerti, dalam kaca berdebu, aku mulai sadar, ya itulah hakikat cinta sesungguhnya, hanyalah mengharap ridho-Nya.

Senin, 27 September 2010

Selasa pagiku,29 Juni 2010;pukul 05:29am


Bismillah, pagi ini aku bangun kesiangan, yaitu jam 03:30am. Padahal harusnya jam 03:00am sudah membangunkan peserta, tapi keterlambatanku ini bukan tanpa sebab, aku tertidur semalam. Tapi aku bersyukur, karena aku punya rencana menghadiri diskusi publik di UMY Wirobrajan, jadi ada bagusnya juga ketika aku tertidur semalem. Ada kabar menarik juga, yaitu Pak Lukman sms menanyakan tentang kelanjutan program mahasiswa ke luar negri, apakah aku sudah mendapatkan pengumuman. Karena ditempatnya sudah ada pengumuman sampai sudah mengurus paspor juga. Hmm... Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya.Amiin.
Pagi ini aku ditemani oleh Sang Rembulan yang memancarkan sinar perjuangannya, juga oleh segelas susu cokelat hangat, minuman favoritku, dan juga oleh snack kecil yang mungil, dan diselimuti hangatnya melodi Islami pagi. Sungguh begitu indah pagiku ini, subhanallah. Bulan tetap tersenyum melihat satu  insan yang malu-malu melewati waktu  yang berliku, tersenyum kecil melihat ia tersenyum. Merah kemerahan, merona memancarkan semangat jiwa, memecah heningnya langit biru.
Bismillah... ya Allah, berilah hambamu ini kesempatan untuk merasakan Ramadhan-Mu di negriseberang, agar hamba dapat mensyukuri ketika hamba dapat melewati Ramadhan-Mu dengan keluarga tercinta. Kicauan burung kecil mengagetkanku, mengembalikanku kedalam dunia nyata. Betapa indah ketika kita menikmati indahnya pagi, inilah kenikmatan yang kemaren-kemaren sempat aku biarkan lewat begitu saja. Lagi-lagi gerbong ungu lewat dengan angkuhnya, tak peduli ada manusia yang baru menikmati indahnya pagi ini. Masih seperti itu.
Sang Rembulan masih berada dihadapanku. Mengamati gerak gerik Sang Pengayom keamanan masyarakat, yang..”berkibarlah benderaku, berkibarlah merah putihku” sibuk menaikkan Saka Merah Putih. Masih sepeti itu. Lalu apa bedanya? Perubahan apa yang ingin dicapai? Halaah...kalau hanya baoalan saja, bayi pun bisa! Ini itu mahasiswa, kaum terpelajar, kaum intelektual, kaumnya pelawan penindasan! Kaumnya pelawan ketidakadilan!(capek, ketiduran diatas singgasana, sampai laptipun mau terjatuh)

Selasa sore,29 jun’10;pukul 05:06pm

Terbangun aku dari kenyamanan yang ternyata sudah jam lima kurang, aku paham ternyata aku ngedrop, jadi ini yang dulu pernah dikatakan oleh salah satu kakak angkatan. Tapi mungkin ini pelajaran yang sangat penting ketika aku sudah bersedia diberi amanah, maka apapun itu, aku harus total diamanah itu. Berawal dari itulah aku sadar mungkin karena kecapekan dari jogja tadi, aku sulit untuk bangun, sholat asar yang seharusnya aku handle, tapi entah kemana. Tapi aku yakin ada salah satu kawan yang menggantikan, tapi inilah bukti aku belum bisa profresional. Astagfirullah.
“Ya Rabb, kuatkanlah hamba untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar, ya Rabb tunjukilah hamba jalan lurus-Mu, jalan syurga-Mu.” 
Sudahlah, tak usah banyak bicara, ayo segera berjuang lagi. Bismillah...!(adzan magrib)

Selasa siang 29juni;pukul 01:16pm

Aku gak bisa mendampingi kader untuk sholat dhuhur, karena aku tak bisa sampai di lokasi pelatihan sebelum pukul12.00. Aku tadi ikut diskusi publik di Asri Medical Centre(AMC) menyoal tentang Kepemimpinan Muhammadiyah dan Partai Politik. Dan aku mulai meresapi, kelak aku akan jadi penonton, atau menjadi yang ditonton oleh orang-orang, bahkan masyarakat Indonesia, dan bisa juga Seluruh masyarakat dunia. Nah berangkat dari hal itulah aku merasa bahwa aku harus mengasah otak dan meningkatkan wacana, relasi(hungungan inter personal), juga kemampuan retorika. Aku rasa memang benar adanya ketika kang Cipto bilang bahwa aku besok menjadi ‘guru’ yang memimpin, bahkan aku melepaskan ‘guru’ itu dan menjadi public leader. Amiin. Intinya bukan aku menjadi apa besok, tapi bagaimana aku memanfaatkan waktuku hari ini guna bekal hari esok, seperti apa yang telah dikatakan mummy: ”jangan sia-siakan kesempatan yang ada”. Meskipun makna dari kata ‘kesempatan’ itu tergantung konteks dan siapa yang memaknakan, akan tetapi aku yakin dengan apa yang menjadi jalan pilihanku ini, jalan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, jalan perjuangan melalui persyarikatan ini.

Senin sore,28juni;pukul04.30pm

Sepoi angin menyapa jiwa yang sedari tadi gelisah. ‘Gelisah’, adalah kata biasa yang dipakai anak-anak, ini juga berdampak sistemik pemakainnya, akulah salah satunya. Memang itulah bahasa. Begitu indah, penuh makna yang terkadang memerlukan waktu untuk memahami maknanya. Pak, satu kader bisa diprospek, kita jadikan kader kita. Jangan melihat awal dan luarnya, tapi kitalah arsiteknya, mau kita jadikan seperti apa dia kelak. Ingat Pak, kata sudah terucap, waktu sudah bergulir, dan detik tak dapat ditarik.
“Dalam setiap perjuangan, pengorbanan merupakan suatu keharusan”. Itulah jargon yang aku pegang, so bismillah mulailah berlatih untuk berdedikasi. Ingat Pak, identifikasi secara mendalam our prospek, sehingga metode yang kita gunakan bisa tepat.

Sabtu, 25 September 2010

Senin 28 juni pukul 05:35am

Ku mulai awal pagiku dengan bersujud kehadapan sang penggenggam alam raya ini. Dilanjutkan memulai memfasilitasi kawan-kawan dalam kajian/kultum. Pagi ini aku bertemu dengan kawan yang belum bisa baca Al Qur’an, dan ternyata memang benar, beliau tidak berani untuk menjadi imam di sholat yang jahr. Setiap waktu bahkan kurang dari lima menit aku selalu mendengar deru kelu suara ular besi yang kian gesit melewati urat nadi diantara kebiasaan yang kian lama kian menambah ketidakpastian.
Ketidakpastian akan hari esok yang setiap orang mendapatkannya. Menunggu, melamun, mendengkur, dan akhirnya terlupakan! Tapi esok akan datang lagi, esok akan menjadi entity yang selalu membayangi. Telah lama juga tersadari, namun tetap menjadi api yang beku oleh keengganan-keengganan dialektis. Terlampau sombong dengan bekal yang dibawa, padahal paham juga tidak dengan addressee.(tertidur oleh alunan musik yang syahdu, hingga mb’Vany mengagetkanku)
Senin siang pukul 01:39pm
Kopi pahit agak manis menemani siangku ini, ia duduk manis diatas tempat yang penuh makna. Namun kali ini jin batang tak menemaniku, habis ia dimakan waktu. Semoga saja tak berlanjut, hanya ketika mendapat duit saja ia datang, dan semoga walaupun mendapat duitpun ia akan jauh pergi. Semoga dan harusnya!
(Jin itu ada, lalu kusikat saja akhirnya. Hmm...kontradiksi bersebelahan dengan detik.)
Mengembalikan muhammadiyah menjadi sebenar-benarnya Muhammadiyah. Mengingat banyak dituliskan bahwasanya Muhammadiyah sekarang tidak seperti Muhammadiyah yang dahulu, sesuai dengan tujuan didirikannya, yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sangat perlu mengetahui sejarah Muhammadiyah, bagaimana persyarikatan ini dulu awal mulanya. Sehingga aku benar-benar mantap memperjuangkan berdirinya organisasi ini, demi mengharap ridho illahi rabbi. Organisasi persyarikatan ini memang perlu ada pemahaman yang mendalam bagi kadernya, ketika kemarin-kemarin aku dengar dari kawan tentang kegelisahan Pimpinan Pusatnya, tentang keadaan Muhammadiyah. Jalan diskusi mencari ilmu adalah salah satu caranya aku pikir, demi mengimbangi banternya budaya opportunisme dan formalisme yang mungkin juga men-tabukan ‘suatu hal’.
‘Suatu hal’ itulah salah satu kegundahanku saat ini, dsamping hal-hal lain yang banyak mengganggu pikiranku sekarang. Hidup itu makan, minum, main, mandi, tapi berpikir juga hidup. Hidup itu menangis, tertawa, marah, namun gelisah juga hidup. Hidup ini indah bukan? Banyak hal yang kita dapat dari’hidup’nya raga dan jiwa.

Hari ini, Senin Pagiku 28 Juni 2010 pukul 01:45am

Tadi sore sempat aku berbincang dengan master dari acara ini, yang menarik adalah ketika beliau bilang:”besok adit akan merasakan sendiri ketika sudah terjun lebih dalem dalam perkaderan”. Sebenarnya awal dari pernyataan ini adalah ketika aku tanyakan perihal penyesalan dan rasa capek dalam menjalani perkaderan ini. Aku jadi penasaran dengan statement beliau diatas. Yang secara tanggungjawab moral memang aku akan lebih dalam lagi terjun dalam dunia perkaderan.
Menindak lanjuti dari obrolan lepas kemaren malem dengan ke-dua orang hebat tentang kader kintilan dan perlunya kita memiliki kader, minimal seorang. Karena dalam hidup “ilmu” tentang meng-kader ini selalu diperlukan. Itulah hakikat sebagai seorang pemimpin yang memerlukan regenerasi. Regenerasi, kata yang mengantarkan aku menjadi Gubernur untuk yaang kedua kalinya. Dengan alasan bahwa belum ada pengganti yang siap, maka akulah alternatif terakhir untuk tetap “bertahan”.
Regenerasi adalah bukti konkret dari hasil kepemimpinan dalam suatu pergerakan. Ia adalah embun dalam panasnya dunia, yang menjadikan musim semi menjadi nyata. Komitment, loyalitas, dan integritas merupakan point penting dalam membentuk generasi penerus yang hakiki. Menyoal kesiapan dari generasi penerus kita, sebenarnya asumsi-asumsi yang tidak valid mengenai kata’siap’ itu indikatornya masih mengambang. Kesiapan yang seperti apa dari generasi penerus yang dibutuhkan? Terkait kesiapan, perlu kita kontekskan kedalam situasi dan kondisi yang sedang bergolak saat itu, sehingga kata ‘siap’ menjadi jelas maksudnya.
Mengapa aku tulis ‘bertahan’ diakhir paragaraf kedua diatas? Maksudku adalah ke incumbent-an ku menjadi penyebabnya. Terlukis bahwasanya yang namanya bertahan berarti sedang dalam kejadian yang bisa saja mendapatkan tekanan. Terlebih karena pada saat itu memang aku baru mendapatkan ujian dalam “kesombongan” tak terelakkan. Baru kusadari sudah tidak seharusnya aku keluarkan pernyataan-pernyataan itu. Tapi ini bukan penyesalan, inilah proses yang aku lalui, demi mencapai kebijaksanaan paripurna yang diridhoi-Nya. Amiin.
Hmm..., waktu di HP sudah menunjukkan pukul 02;57am. Sudah saatnya aku mulai siap-siap membangunkan peserta pelatihan untuk melaksanakan sholat tahajud. Semangatlah Aditya L Hadi..! perubahan pasti datang dengan dibarengi kesungguhan hati! Digempur hancur lebur bangkit kembali! Digempur hancur lebur bangkit kembali!(Ir.Soekarno).

Hari ini, minggu pagi 27 juni 2010 pukul 01:01 am

Aku mulai(gak tak lanjutin, karena aku fokus dengerin Pak Surya sama Bung Bayu ngomong)....
Minggu pagi 27 juni 2010 pukul 06:16 am
Sukses jadi imam sholat lail, mereka juga bisa bangun cepat, semoga hari-hari esok juga. Ada yang bisa jadi imam sholat lail, insyaAllah ada tiga orang. Masih ada

Jumat, 24 September 2010

Hari ini, sabtu 26 juni 2010

PCM Prambanan, aku menjadi penanggung jawab peribadahan dalam pelatihan. Kalau diruntut dari hari-hari sebelumnya, aku sibuk dengan kegiatan –kegiatan organisasi. Seperti kongres KBM UAD, lalu selang empat hari aku ada acara Up Grade & musyker BEMFKIP, kemudian selang dua hari aku ikut acara ini, dan setelah acara ini selesai tanggal 30 juni besok, aku ikut membantu menjaga stand Muktamar sampai tanggal 10 juli. Nah apa yang mau aku bilang adalah, ketika aku sudah memutuskan untuk menjadi aktifis, maka inilah konsekuensinya, yang sebenarnya waktu liburan, tapi aku gunakan bukan untuk liburan, aku gunakan untuk berjuang demi organisasi yang aku ikuti. Mungkin sampai saatnya liburanku adalah untuk berjuang demi rakyat, aku rasakan nikmatnya berjuang melawan penindasan dan ketidakadilan!

hari ini harapan baru

Hari ini, harapan dimulai. Semoga upgrade kali ini bisa berhasil. Ada hal yang membuatku terusik, yaitu antar anggota yang sudah satu periode dengan yang baru terjadi kesenjangan, memang wajar, mungkin karena masih awal jadi belum bisa akrab. Nah, hal ini perlu diatasi secepatnya. Ada ide bahwa liburan kali ini BEMFKIP mengabdi kemasyarakat, jadi walau tak terlihat oleh mahasiswa, tapi existensi BEMFKIP bener2 dirasakan oleh masyarakat.
Upgrading kali ini diadakan diluar kampus, tepatnya di Youth Hostel, Ambarbinangun, Kasihan, Bantul. Dengan mengundang seluruh ketua HMPS,IMM di FKIP, Basket FKIP, Volley FKIP, FKIP United, FBEMP Yogyakarta, dan Korwil Jawa IMAKIPSI. Yang semoga inii dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anggota BEM FKIP’10. Juga kita mengundang Bapak Muh Joko Susilo sebagai pembicara di Stadium General, Bapak Danang, yang kita mohon untuk menjelaskan tentang birokrasi dan pembuatan proposal, dan di akhir acara kita datangkan Mas Eko Prasetyo, provokator hebat kita, yang nantinya diharapkan dapat “membakar” kawan-kawan pengurus baru.
Dari sekian agenda upgrading diatas, pantaslah jika aku menaruh harapan yang besar agar acara ini dapat sukses dan berhasil. Minimal membuat antar anggota menjadi lebih akrab dan memberi pencerahan terhadap pemikiran kawan-kawan. Untuk mengimbangi kalau ada sekat antara pengurus yang sudah setahun pernah menjabat dengan yang baru aku coba untuk mengadakan sharing bareng. Alhamdulillah, sudah mulai cair suasananya. Perlu rasanya ngasih masukan ke Wagub untuk lebih dekat dengan yang baru, tidak hanya dengan yang lama saja. Hal itu bisa terwujud juga melalui program kerja. Ketika besok ada ospek, biasanya akan ada penarikan barang-barang dari peserta ospek untuk bakti sosial, dari situ kemungkinan bisa dari BEMFKIP meminta separuh dari hasil barang-barang yang terkumpul untuk kemudian digunakan dalam bakti sosial BEMFKIP.
Bakti sosial atau yang sering disebut dengan baksos dapat dijadikan media awal untuk masuk kedalam masyarakat, seperti yang disaranin oleh Bung Iman juga. Dan dari sana kita bisa menggali informasi tentang daerah tersebut dan mengupayakan untuk menjadikan desa tersebut menjadi desa binaan BEMFKIP. Mengapa BEMFKIP perlu mempunyai desa binaan? Jawabannya adalah karena kita sebagai seorang aktivis tidak hanya suka berdiskusi yang kadang hanya show off saja, akan tetapi kita juga benar-benar melakukan tindakan yang nyata(real action), yang langsung berguna bagi masyarakat. Tetapi tidak hanya sekedar memberi saja, juga menjadi aktivis organik. Yaitu aktifis yang menggerakkan masyarakat, mendidik masyarakat, mengerahkan segala potensi yang ada dalam masyarakat tersebut. Sehingga masyarakat tersebut yang bergerak, yang nantinya akan mandiri ketika ditinggal oleh si penggerak, tidak lin adalah aktivis organik tersebut.
Walaupun hal diatas ini juga baru sekedar ide/gagasan, namun semoga periode ini dapat terlaksana. Dengan melibatkan seluruh komponenen kemahasiswaan FKIP, maka perjuangan ini aku yakin akan terasa ringan dan menyenangkan.semoga!
Mungkin ini dulu untuk hari ini, waktu sudah menunjukkan pukul 00:54. Semoga acara pembukaan, pelantikan, dan stadium general besok bisa sukses. Amiin.
Youth hostel, selasa pagi 2010-06-22

Minggu, 19 September 2010

something happen

this evening there is something happen to me. there no signal and i felt very upset. I don't know what's the matter. but...
hopely it can be fixed as soon as possible
the quiet campus, 19th of sept '10
07:07pm

Senin, 06 September 2010

Untuk Pertama Kali

Bismillah, ini akan menjadi catatan sejarah perjuanganku sebagai Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan. Semoga selalu tercatat segala macam situasi dan manis pahit perjuangan ini.

"Akulah Sang Mentari yang tak akan lelah oleh datangnya malam"
"Dalam setiap perjuangan, pengorbanan merupakan suatu keharusan"
(Aditya L Hadi)